Mar 17, 2012

namanya juga hidup

ternyata gini yo rek roda kehidupan itu kadang diatas kadang dibawah, pagi tadi suweneeeeeng banget pagi-pagi pas Pre-Diklat LAKESMA enggak tau kenapa Allah lagi buwaeeek sama aku, POS pertamaku dijaga sama orang yg menurutku "SEMPURNA" (akhirnya setelah bertahun-tahun selama aq hidup bisa nemu org PERFECT) arti sempurna menurut q itu dilihat dari 1.agamanya bagus tapi dia itu gk terlalu alim-alim mksdnya gk menujukin ke aliman dia, yo santai ngunu lho gk usah sok sok alim ngelihatin alim wong yo alim enggaknya itukan Allah yg menilai, apa lagi udh didepan alim ternyata ujung-ujunge biasa ae --
2. Pinter, (kok tau lk pinter?!) menurut hasil survey saya alias stalking saya via fb dia ini saudara-saudaranya pinter dia juga sich, klk gk pinter gk bakalan dia masuk PD bisa lulus begitu banyak semester pula , aktif juga diorganisasi terus bapak ibuknya juga org-org hebat kok :D 3.. fisikli "enak dilihat mata" alias GANTENG dan itu semua orang mengakuinya, walau menurut survey saya tanya-tanya orangnya sedikit jayus tapi gk papalah bisa buwat kelebihan dia "lucu" :p
3 POIN lho rek memenuhi syarat semua maha DAHSYAT gk se, tapi sayangnya cuma bisa mengagumi, kenal se kenal sering nyapa se sering nyapa. untuk ngobrol tahap intern enggk dech kelihantannya soalnya saya bukan tipe orang yang aktif disuatau organisasi jadi susah klk komunikasi, tp ya gk ta sch klk namanya JODOH siapa yang tau (AMIIIIIIN :)).
tapi tadi seneng dari 1 kelompok ku itu yang kenal "ehm" itu cuma aku dan "ehm" itu klk ngomong klk apa lihatnya ke aku dan senyam-senyum. senyumnya "legit" wkwkwkwkwkwkwk =))
Eh kok ndih lalah malam ini tadi dapat sms dari ibu' q mbak q jatuh dan blablablabla, intine sing bikin SHOCK HEBOH dan LEMES adalah SLR Q jatuuuuuuuuuhhhh dan Bodynya kegoros, asal kalian tau selama aku yang pegang kamera itu gk pernah yang namanya jatuh, walaupun dengan pelindung tasnya. pingin marah kok yo gk etis sedih kok yo iyo jengkel banget kudu nangis ae rasane ngempet air mata ini. emang bener kata Allah klk menyukai atau sayang sesuatu itu gk boleh berlebihan. ini dampaknya. aku wes ngerasakno lho rek nyesek-nyesek barang kesayanganmu rusak bukan gara-gara kamu itu pengen marah tapiii ada something yang membuat kita gk mungkin dan males buwat marah soale yo ujung-ujunge gk bakalan SLR q itu diganti yang baru, yo pasti pancet iku
wes ngunu to ae bagi pengalaman hari ini
padiklat LAKESMA 2 sesuatu tapi suweneeeng :')

THANK'S ALLAH FOR TODAY :D

Mar 16, 2012

Ngemeng Ngemeng

wuah akhirnya saya merelakan sedikit waktu saya untuk sharing ketemen temen nich
kalok cerita yang sekarang ini topiknya awal semester , jadi dari bulan februari kemaren aku udah masuk ke semester 2 walaupun dengan sedikit hambatan aku mampu dan harus mampu ngelewatin semua itu sebagai bantu lonctan biar bisa melangkah lebih jauh
ternyata orang yang kekurangan itu gk selamanya menderita kok rek aq udh ngerasaain. awal semester ini jatah uang bulanan q di rombak total ama ibuk q tercinta. bayangin ya yg awalnya 1 bulan aq habisin duwit 1juta dan itu belum termasuk uang KOS + uang pulsa dan internet BUWOROS POOOLLLL yo aku, dari awal februari ini aq diajarkan dididik ibuk q belajar irit soalnya ayah ku mau pesiun jadi gk mungkin pola pikir q selalu bermeanset segalanya akan tak peroleh dengan mudah. dari yg berlimpah uang itu sekarang aq disuruh managemen uang 1juta q itu buwat kos + pulsa + makan dan jajan. awalnya itu semua buwerat rek gk bayangin klk dipotong itu semua uang jajan q ama makan q tinggal 500ribu. tapi gara-gara aq kepepet itu aq mulai cari tempat makan murah sering ketempat gang-gang kecil dan aku mulai nemuin rasa SYukur q yang selama ini entah kemana, ternyata aku beruntung buwanget yo rek walaupun uang 500rb iku klk kurang ibuk q yo pasti gk ngebiarin aq mati kelaparan lah pasti ntar dikasih lagi. belum lagi tiap pulang aq mesti dibawain bekal ini itu. wes semenjak itu aq sering jalan-jalan sore sendiri dan selalu nggak tau knapa kadang sampek pengen nangis klk inget bapak ibuk dirumah susah-susah cari uang buwat aq makan kok aq disini seneng-seneng malah hambur-hamburin uang.
akhir-akhir ini Allah juga buwaeeek banget sama aku, setiap doaku alhamdulillah selalu didengerin (kec. doa minta dikasih jodoh belum di acc-acc nch :P), dan felling q untuk akhir-akhir ini mesti banyak benernya.
owh iyo, gk tau knapa suatu hari hp q dipinjem temen q dan tak pikirn ilang. aq gk pernah lho sebelumnya sebingung itu. aq mau tlp ibuk q atau ayah q tapi suwungkaaaaan banget soale aq takut + isin mesti kok tlp atau sms pas ada masalah. aq pengen belajar lebih dewasa.
akhir-akhir ini aku juga berusaha gk terganung ke orang kok rek, mereka bergantung pada ku yo it's oke lah tapi aq gk mau bergantung ke mereka. soalnya gk enak rek bergantung ke orang itu toh ujung-ujungnya ntar kita klk mati juga dewe-dewe klk susah pun mereka mugkin hanya "ikut turut berdih" kalok mandiri itu enak enak rek kemana-mana itu bebas gk terikat :)
mungkin banyak yang bilang sekolah di kedokteran itu banyak orang egoisnya, awalnya meanset q juga itu tapi awal semester ini merubah segalanya, mereka baek-baek kok rek. tergantung kamu pilih konco, tapi saran q ojok pilih-plih konco uripmu gk bakalan lempeng terus rek pasti onok geronjalan dan kalian pasti butuh pegangan laen dikala peganganmu yg laen mulai rapuh.
punya banyak temen itu enak kok , kyk aq semenjak membuka diri aq dipercaya banyak orang untuk pegang banyak urusan, tapi jangan jadikan banyak urusan itu beban guys klk udh dari awal meansetmu itu semua beban yo percuma sampek o elek km gk bakalan bisa legowo.
aq wes nyobak kok, kata anak kelas jadi sekertaris itu ribet, enggak untuk aq semua kalok dijalani enjoy pasti kamu bakalan nemuin sisi asyieknya contoh aku bisa deket akrab ama dokter-dokter yang jadi dosen untuk semester 2 ini, yang kata mbak kos q dr.Susi itu dr. Obednya untuk Parasitologi, tapi itu semua enggak buwat aq, beliau orangnya asik kok, aku malah diajak bercanda.
owah iya aq juga mau sharing dch hal yang paling bikin aq naek pitan akhir-akhir ini ama 1)omongan orang-orang yg keluar ceplas-ceplos dan gk mikir apa ada orang disekitarnya yang tersinggung 2) paling gak suka kalok nama Q diganti-ganti jadi RETNO. cobak bayangin klk nama kalian tak ganti walau cuma 1 huruf aja contoh nich nama panggilannya PUT, aq ganti 1 huruf aja jadi POT emang situ terima? orang tua susah-susah cari nama kok ganti-ganti se enaknya udele! contoh lagi namanya ECIK, Panggilnya CIK terus tak ganti CAK mau???!! tolong ya hal-hal sekecil itu diperhatikan! 3) paling gk suka lagi ama anak yang tiap hari ya walu gk tiap hari tapi sering minta MINUM! bukan gk ikhlas seee tapi yo sadar diri ngunu lho rek kok njaluk kok terus lak ngerti kalian itu tipe orang yang gampang ngelak yo plz dch opo susahe se sangu minum. lah mbok pikir aq juragan galon tiap hari bawain kalian minum. mau nolak iku yo piyeee tapi klk diterusin itu kan kontaminasi mulut kita kan sumber penyakit, walaupun aq wes ngelarang buwat ngecucup tmpat minum ku dan yg lebih penting pls ya air galon itu buwat anak kos sesuatu lho, anak kos itu gk ada yg gratisan -_____- nelongso yo :')
wes ach kapan kapan lanjut maneh yo, aq kudu turu, sesok onok pradiklat LAKESMA (҂'̀⌣'́)9 doakan sukses ya bisa jadi anggota LAKESMA pengen belajar jadi tenaga medis yg bener-bener ngerasain apa yang besok pasienku rasain dch, biar gk sak karepe dewe dan lebih bersyukur. Thx guys for taking time to read, see yaaaaa ;)

Jan 18, 2012

SEBUAH SURAT UNTUK DOKTER DAN MAHASISWA KEDOKTERAN

Selasa, 10 November 2009
SEBUAH SURAT UNTUK DOKTER DAN MAHASISWA KEDOKTERAN

Rekan sejawat yang terhormat,

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk bisa kaya raya, maka segeralah kemasi barang-barang Anda.
Mungkin fakultas ekonomi lebih tepat untuk mendidik anda menjadi businessman bergelimang rupiah
Daripada Anda harus mengorbankan pasien dan keluarga Anda sendiri demi mengejar kekayaan.

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk mendapatkan kedudukan sosial tinggi di masyarakat, dipuja dan didewakan, maka silahkan kembali ke Mesir ribuan tahun yang lalu dan jadilah fir’aun di sana. Daripada Anda di sini harus menjadi arogan dan merendahkan orang lain di sekitar Anda hanya agar Anda terkesan paling berharga.

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk memudahkan mencari jodoh atau menarik perhatian calon mertua, mungkin lebih baik Anda mencari agency selebritis yang akan mengorbitkan Anda sehingga menjadi artis pujaan para wanita. Daripada Anda bersembunyi di balik topeng klimis dan jas putih necis, sementara Anda alpa dari makna dokter yang sesungguhnya.

Dokter tidak diciptakan untuk itu, kawan.

Memilih menjadi dokter bukan sekadar agar bisa bergaya dengan BMW keluaran terbaru, bukan sekadar bisa terihat tampan dengan jas putih kebanggaan, bukan sekadar agar para tetangga terbungkuk-bungkuk hormat melihat kita lewat.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan pengabdian. Mengabdi pada masyarakat yang masih akrab dengan busung lapar dan gizi buruk. Mengabdi pada masyarakat yang masih sering mengunjungi dukun ketika anaknya demam tinggi.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan empati, ketika dengan lembut kita merangkul dan menguatkan seorang bapak tua yang baru saja kehilangan anaknya karena malaria.

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan kemanusiaan, ketika kita tergerak mengabdikan diri dalam tim medis penanggulangan bencana dengan bayaran cuma-cuma.

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan kepedulian, saat kita terpaku dalam sujud-sujud panjang, mendoakan kesembuhan dan kebahagiaan pasien-pasien kita.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan berbagi, ketika seorang tukang becak menangis di depan kita karena tidak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit anaknya yang terkena demam berdarah. Lalu dengan senyum terindah yang pernah disaksikan dunia, kita menepuk bahunya dan berkata, “jangan menangis lagi, pak, Insya Allah saya bantu pembayarannya.”

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan kasih sayang, ketika dengan sepenuh cinta kita mengusap lembut rambut seorang anak dengan leukemia dan berbisik lembut di telinganya,”dik, mau diceritain dongeng nggak sama oom dokter?”

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan ketegasan, ketika sebuah perusahaan farmasi menjanjikan komisi besar untuk target penjualan obat-obatnya, lalu dengan tetap tersenyum kita mantap berkata, “maaf, saya tidak mungkin mengkhianati pasien dan hati nurani saya”

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan pengorbanan, saat tengah malam tetangga dari kampung sebelah dengan panik mengetuk pintu rumah kita karena anaknya demam dan kejang-kejang. Lalu dengan ikhlas kita beranjak meninggalkan hangatnya peraduan menembus pekat dan dinginnya malam.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan terjal lagi mendaki untuk meraih cita-cita kita. Bukan, bukan kekayaan atau penghormatan manusia yang kita cari. Tapi ridha Allah lah yang senantiasa kita perjuangkan.

Yah, memilih menjadi dokter adalah memilih jalan menuju surga, tempat di mana dokter sudah tidak lagi perlu ada…


NB :
Ini bukan provokasi untuk menjadi dokter miskin, bukan juga mengatakan bahwa dokter tidak perlu penghormatan atau hal-hal duniawi lainnya. Tulisan ini hanya sekadar sebuah nasihat untuk diri sendiri dan rekan sejawat semua untuk meluruskan kembali niat kita dalam menjadi seorang dokter. Karena setiap amalan tergantung pada niatnya. Silakan menjadi kaya, silakan menjadi terhormat, asal jangan itu yang menjadi tujuan kita. Dokter terlalu rendah jika diniatkan hanya untuk keuntungan duniawi semata. Mungkin akan sangat susah untuk menggenggam erat idealisme ini nantinya. Namun saya yakin, jika ada kemauan yang kuat dan niat yang tepat, idealisme ini akan terbawa sampai mati. Walaupun harus sendirian dalam memperjuangkannya, walaupun banyak yang mencemooh dan merendahkan. Saya yakin, Allah tidak akan pernah salah menilai setiap usaha dan perjuangan hamba-hamba-Nya. Tidak akan pernah.


Aditya Putra Priyahita,
seorang yang sangat merindukan sebuah reuni anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di surga nanti

sumber : http://adityasaja.blogspot.com/2009/11/sebuah-surat-untuk-dokter-dan-mahasiswa.html#comment-form